studiopelangi

Jasa Video Shooting pernikahan + Editing : HUBUNGI Bpk. Eko Novianto 0856.0003.0803 (im3) /024 -764-844-13 (kantor) atau 0821.3867.4412 (simpati) - wedding - wisuda -seminar - pernikahan - workshop - dll
_____________________________________
Jasa foto pernikahan - Anda memiliki kesulitan dalam mengambil gambar pengantin dalam sesi foto prewedding atau sesi foto pengantin dalam sebuah pernikahan? Memang diperlukan sedikit tehnik atau keahlian dan sedikit jam terbang yang lebih tinggi untuk mendapatkan bidikan foto potret pengantin. Namun ada beberapa hal yang harus sedikit lebih diperhatikan agar mendapat potret yang baik.

Lensa Favorit



Lensa wide pada umumnya menimbulkan distorsi, sehingga kurang sesuai untuk pengambilan foto pernikahan. Sebaiknya, lensa tele memiliki efek kompresi sehingga menampilkan bagian tubuh/muka dari subjek dengan lebih propodsional.

Focal length yang sering digunakan dalam pngambilan potret adalah dari 50mm sampai 200mm. Apabila digunakan untuk foto bersama (group portait), maka range yang diperlukan bisa menjadi lebih lebar (focal length pendek) menjadi 35mm atau 24mm.

Lensa favorit untuk foto potret pernikahan adalah fix 50mm, fix 85mm, zoom70-200mm, dan untuk group portait adalah 24-70mm.

Namun, perlu diingat bahwa penggunaan lensa tele untuk potret bukanlah aturan baku. Beberapa fotografer  pernikahan professional sukses menerapkan teknik "push tight and shoot wide" (jarak dekat dengan lensa sudut lebar) dan tetap menghasilkan gambar yang bagus. Silahkan mencoba teknik yang sesuai dengan selera Anda.

Aperture Lebar Vs Sempit


Gunakan Aperture lebar (seperti F/2) apabila Anda ingin mengisolasi subjek dari background, dan memaksimalkan bokeh.
Gunakan Aperture yang lebih sempit (seperti F/8) apabila Anda ingin mendapatkan detail maksimal dari subjek, dan atau menguatkan penyajian background.

Jarak Ke Background

Terkadang Anda akan menemukan pohon atau teksutur dinding yang bagus untuk digunakan sebagai background. Untuk menghindari bayangan dan mendapatkan isolasi yang cukup, biasakan untuk memperhatikan jarak dari subjek ke background. Cobalah dengan mulai mengarahkan subjek atau pengantin untuk maju sekitar 1 meter.

Memulai Dengan Metering

Urutan kerja yang sering dipakai dalam memotret adalah metering (exprosure), focusing, dan kemudian composing.

Untuk step pertama: metering, gunakan spot metering dan ukur exposure dengan titik pengukuran pada pipi atau dahi subjek foto. Ambil satu dua foto testing, dan kompensasikan exposure apabila diperlukan.

Fokusing Point


Mata adalah jendela hati. Foto potret pernikahan seperti apapun biasanya menjadi kurang 'greget' apabila mata subjek tidak detail. Untuk itu, aturlah fokus pada mata.

Mengaplikasikan Rule Of Third

Point of interest pada potret pernikahan adalah wajah, atau untuk close up adalah mata. Untuk itu, aturlah agar wajah atau mata dekat atau berada pada titik atau garis dari Rule Of Third.

Posisi Ketinggian Kamera

Teknik ini diperlukan untuk menghindari distorsi, terutama pada pemotretan foto pernikahan jarak dekat dan penggunaan lensa wide-angle. Caranya : posisikan kamera sejajar dengan bagian tengah komposisi.

Sebagai contoh, apabila Anda mengambil potret setengah badan dari pinggang, usahakan kamera sejajar dengan bahu.

Posisi Tubuh Subjek

Posisi tubuh yang tegak lurus memberikan kesan formal, dan kurang ramah untuk foto potret. Cobalah untuk memiringkan tubuh subjek atau pengantin sedikit ke arah samping.

Apabila subjek memiliki 'kelebihan' pada area perut, Anda bisa menyamarkannya menggunakan bayangan, dengan menghadapkan tubuh ke area yang lebih gelap.

0 comments Blogger 0 Facebook

Post a Comment

 
Hp 0856-4020-3369 / studiopelangi ( foto + video shooting wedding semarang ) © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top